hollaa.. agak lama aku tak menjenguk diari hidup ku ni... ehm.. adenye sedikit masalah hidup dan aku baru saja kehilangan cinta... huhuhu.. cinta lagi.. kenapa la aku selalu bernasib malang dalam cinta? aku tak pernah mencapai kebahagiaan total.. mungkin kerana aku tak layak untuk dicintai... pertamanya.. maafkan aku kerana tak dapat menyambung stanza kisah hidup aku... aku sendiri sudah kehabisan idea agaknya.... cinta ini benar2 telah membunuhku... dalam diam dan tusukannya lebih dalam.... lebih menyakitkan...
sering jugak aku tertanya.. apa kurangnya aku? cinta yang kuberikan tak mencukupikah? rasanya aku sudah menyerahkan segala cintaku padanya.. aku tidak mengongkong, tidak pernah cemburu buta.. memberikannya segala kebebasan yang diingininya.. aku tidak akan melakukan apa yag tidak disukainya.. lantas, apa lagi kekuranganku? yang paling menyakitkan, aku menerima perutusan perpisahan ini dari orang lain dan bukan dirinya sendiri... aduh, sakitnya pada waktu itu.. aku benar2 terluka... andai ku tahu, hubungan ini akan berakhir begini, pastinya aku tidak akan memberinya peluang untuk menyakiti ku... sudah terlalu banyak luka di hati ini....
berminggu aku tertanya, mengapa aku dilayan sebegini? taliannya sentiasa tidak dapat dihubungi.. sudah la menipu, aku turut ditempelak oleh perempuan yang berstatus tunangannya... perih, pedih, sedih.. tak dapat dibayangkan degan kata-kata... tolong la Tuhan... aku benar2 merasa terseksa sekarang...
pengakhirannya, dia muncul semula... dengan mimik bersalah.. katanya, dia x mampu kehilanganku.. dia amat menyayangiku... perempuan itu menurutnya pilihan keluarganya yang terpaksa dinikahi.. dia tersepit antara dua pilihan yang benar2 menjeratnya... cinta di hati atau nama keluarga sendiri... hati ini makin luluh bila dia mengatakan dia terlalu menyayangiku tetapi tidak mungkin menjdai anak derhaka... dia terpaksa memilih keluarganya walaupun terpaksa 'membunuh' cintanya dan diriku... aku pejamkan mata.. dan minta aku dilepaskan... akhirnya.. pergi la cinta... pergilah sayang.. aku doakan kau bahagia... untuk diriku, biarlah aku merawat luka ini sendirian... masa akan membantuku melupakan rentetan kisah kita...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment